Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan ..."
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, maaf ya kami tidak akan menambahkan sedekah untukmu"
Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.
Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya ia, sambil berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:
"Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Terima kasih tuan ! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.
Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga...
Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah...
Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga..."
Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga...."
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba.
Sunday, September 16, 2012
Dengan 10 Ribu, Allah Membuka Hatiku Bagaimanan Arti Bersyukur
Labels: cerita
Sunday, July 8, 2012
RAHASIA MENJADI ORANG SUKSES

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.
Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.
Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.
Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"
Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.
"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA
"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.
RAHASIA KEDUA
"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.
RAHASIA KETIGA
"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka," begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."
"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga", saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau.
"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.
"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."
"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.
"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."
"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.
"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."
RAHASIA KEEMPAT
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".
Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."
"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya."
Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.
Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....
sumber: buku kisah-kisah keajaiban sedekah
Labels: cerita
Wednesday, July 4, 2012
Perjalanan Agung Isra’ Mi’raj

Sebuah perjalanan agung Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam yang bagi saya ini adalah salah satu anugerah yang sangat agung dari ALLAH Subhannahu Wa Ta'ala, bagi beliau setelah sebelumnya beliau mengalami masa-masa yang sangat berat.
Bagaimana tidak berat, beban dan ujian yang harus ditanggung Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, banyak perlakuan buruk yang diterima oleh beliau apalagi dengan para pengikutnya baik kekerasan secara fisik, cercaan, hinaan, diludahi, dilempari batu.
Puncaknya, terjadi pemboikotan suplai makanan terhadap keluarga Rasulullah (Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib) sehingga menyebabkan kelaparan dan kesengsaraan yang teramat sangat karena pemboikotan ini terjadi selama 3 tahun berturut-turut.
Pasca pemboikotan tersebut, kembali Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam mendapat ujian berat yaitu meninggalnya dua orang yang sangat disayangi beliau, Abu Thalib dan Khadijah. Ini terjadi pada tahun yang sama sehingga dikenal hingga saat ini sebagai peristiwa “Amul Huzni” – tahun berduka.
Setiap kali saya teringat dengan peristiwa ujian berat yang menimpa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam saya selalu tidak kuat menahan air mata saya, sungguh beliau ini adalah orang yang sangat lembut dan sangat penyayang, betul-betul saya tidak tega, rasanya ingin sekali saya mendampingi beliau dimasa-masa sulit seperti itu. (Ya ALLAH sampaikanlah salam dan cinta hamba kepada beliau).
ALLAH azza wa jalla tidak pernah meninggalkan hamba-NYA, dan sangatlah tidak mungkin mendzalimi hamba-hambaNYA. Ditengah-tengah datangnya ujian silih berganti, ALLAH Subahannahu Wa Ta'ala memberi sebuah “hadiah” yang teramat agung kepada Rasulullah yaitu ISRA’ MI’RAJ, dan “hadiah” tersebut ternyata tidak hanya diperuntukkan bagi beliau saja, tetapi ALLAH Subhannahu Wa Ta'ala menganugerahkannya pula kepada umatnya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam.
Salah satu “hadiah” terbesar adalah SHALAT. Shalat inilah MI’RAJ-nya umat muslim bertemu TUHANnya selama hidup didunia. Didalam shalat, ada sebuah waktu dimana jarak antara hamba dengan ALLAH Ta’ala sangat-sangat dekat, yaitu SUJUD. Inilah hadiah yang terbesar yang dianugerahkan ALLAH kepada umat muslim dari ISRA’ MI’RAJ.
Sebenarnya masih banyak lagi hadiah-hadiah lain yang dianugerahkan ALLAH kepada umat muslim dari perjalanan agung Isra Mi’raj, diantaranya yang akan dibahas disini adalah hikmah terpendam dari pertemuan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam dengan para Nabi a.s. disetiap tingkatan langit.
Pertama kali saya mendapat hikmah ini dari ustadz Syaiful Karim dalam sebuah khutbah Jum’at-nya di RSU Cibabat, dan saya ingin sekali berbagi dengan sahabat semuanya. Dalam beberapa hal tertentu terdapat tambahan penyempurnaan yang tentunya sesuai atau berlandaskan dengan dalil-dalil hadits yang shahih. Berikut uraian setetes hikmah dari perjalanan MI’RAJ Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam.
MI’RAJ LANGIT KE-1
________________
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI ADAM a.s.
“ADAM” dari segi bahasa artinya “Tidak Ada” atau “Ketiadaan”
Kita harus sadar bahwa segala urusan dunia atau urusan jasmani itu tidak kekal (yang kekal adalah urusan rohani, sehingga dibalik jasmani itu ada rohani)
MI’RAJ LANGIT KE-2
________________
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI ISA a.s. DAN NABI YAHYA a.s.
“ISA” dari segi bahasa artinya “Hidup” dan YAHYA artinya “Kehidupan”
Artinya dialam hidup ini kita harus selalu sadar ada kehidupan setelah kehidupan ini (akhirat).
Harus menemukan makna hidup :
“Darimana kita…?”
“Apa tugas kita…?”
“Setelah ini mau kemana…?”
MI’RAJ LANGIT KE-3
_________________
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI IDRIS a.s.
“IDRIS” artinya “Cerdas”
Artinya dalam hidup ini kita harus mempunyai tiga macam KECERDASAN
~Kecerdasan Intelektual (IQ)
~Kecerdasan Emosional (EQ)
~Kecerdasan Spiritual (SQ)
MI’RAJ LANGIT KE-4
_________________
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI YUSUF a.s.
“YUSUF” artinya “Indah”
Artinya kita harus mengisi kehidupan ini agar menjadi indah.
MI’RAJ LANGIT KE-5
_________________
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI HARUN a.s.
“HARUN” artinya “yang dicintai ALLAH (Al-Mahbub)”
Artinya dalam kehidupan ini kita harus berusaha melakukan segala sesuatu yang dicintai ALLAH Subhannahu Wa Ta'ala, kesadaran akan mendapat cinta ALLAH Subahannahu Wa Ta'ala, cinta kepada ALLAH Subahannahu Wa Ta'ala, dan cinta kepada apa saja yang bisa mengantarkan kita kepada ALLAH Subahannahu Wa Ta'ala.
MI’RAJ LANGIT KE-6
_________________
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI MUSA a.s.
“MUSA” adalah Mutakallimin yaitu “nabi yang bercakap-cakap dengan ALLAH Subahannahu Wa Ta'ala“
Artinya kita harus mampu membaca segala sesuatu fenomena yang terjadi disekitar kehidupan kita sebagai bahasa atau ayat ALLAH Subahannahu Wa Ta'ala.
MI’RAJ LANGIT KE-7
_________________
HIKMAH PERTEMUAN DENGAN NABI IBRAHIM a.s.
“IBRAHIM” artinya “Qurban”
Qurban artinya dekat, dalam kehidupan ini harus senantiasa merasakan kedekatan dengan ALLAH Subhannahu Wa Ta'ala.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam tentang sifat IHSAN:
“Kamu menyembah kepada ALLAH seakan-akan kamu melihatNYA, dan jika kamu tidak melihatNya, maka sesungguhnya DIA melihatmu” [H.R. Bukhari]
MI’RAJ KE BAITUL MA’MUR
______________________
Setiap harinya 70.000 malaikat sholat di Baitul Ma’mur.
“BAIT” artinya “Rumah”, sedangkan “MA’MUR” artinya “Ramai”
Artinya hidup kita akan lebih bermakna bila dalam setiap gerak langkahnya senantiasa bernilai ibadah kepada ALLAH Subhannahu Wa Ta'ala karena ibadah adalah nilai tertinggi dari hakikat kehidupan manusia.
MI’RAJ KE SIDRATUL MUNTAHA
__________________________
“SIDRAH” artinya “Pohon Bidara” dan “MUNTAHA” artinya “Tempat Berkesudahan”
Artinya kehidupan dunia hanyalah sementara bukan merupakan titik akhir dan puncak tujuan hidup kita, melainkan kehidupan akhirat itulah tempat yang akan kita tuju. Dalam kehidupan didunia ini kita harus berjuang untuk mencapai kehidupan abadi diakhirat yang lebih baik.
Sumber : dokter-hanny.blogspot.com
Labels: cerita
Thursday, March 8, 2012
Thursday, March 1, 2012
Renungan Untuk Kita
Uang 20 Ribu Rupiah kelihatan begitu besar bila di bawa ke kotak amal masjid, tapi begitul kecil bila kita bawa ke Mall.
45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk Pacaran dan Karaoke ataupun Ngopi di warung.
Betapa lamanya 2 Jam berada di masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di Bioskop.
Susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa selesai Sholat, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman atau pacar.
Betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila Imam Sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaan suratnya.
Susah banget baca Al-Qur’an 1 juz saja, tapi novel best-seller 100 halaman pun habis di lahap.
Orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, tapi berebut cari Shaf paling belakang bila Jumatan agar bisa cepat keluar masjid.
Susahnya orang mengajak partisipsi untuk dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar Gossip.
Kita begitu percaya pada yang dikatakan Koran, tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-Qur’an.
Begitu banyak orang segan atau takut jika dipanggil sama BOSS, Pejabat, dan orang “Besar” lainnya. Tapi begitu banyak orang yang cuek jika ada panggilan (Adzan) / Dipanggila Allah.
Labels: cerita
Monday, November 7, 2011
[Must Read] Dunia Membutuhkan Indonesia
Cerita mahasiswa Indonesia di Ausie.
Nyataa.
Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara.Org itu sdh tua,kisaran 60 thn.Si Bpk adl pengusaha asal Singapura,dgn logat bicara gaya melayu&english,beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda.
Beliau berkata,"Ur country is so rich!"
Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu."Indonesia doesn't need the world,but the worl...d needs Indonesia,"lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia,U don't need the world."
"Mudah saja,Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can't be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.Bisa terbayang uang yg masuk ke kami,apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat.Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?Ya,bener2 panik.Sangat terasa,we are nothing.Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia.
Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia!
Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo.
Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri.
Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!
Plis share ya biar sampe ke seluruh bangsa Indonesia...
source Arief Rahman
Labels: cerita
Thursday, March 24, 2011
Pirates of Silicon Valley - Apple vs Microsoft
Dulu awal mula komputer bentuknya seperti ini
Sekarang komputer sudah mengalami kemajuan hingga berbentuk seperti ini
Atau yang bisa di bawa kemana-mana seperti ini
Nah.. Keliatan banget ya bedanya, yang dulu komputer gede-gede sekarang komputer bisa di tenteng ke mana-mana.
Seperti yang kita ketahui, bahwa komputer tidak lepas dengan Operating System. Ada banyak operating sistem yang bisa di install di komputer, misalnya Microsoft Windows, Mac OS, Unix (turunannya). Di dunia opeating system, ada 2 vendor yang bersaing ketat, yaitu Microsoft dan Apple.
Yang ingin mengetahui lebih jauh sejarah revolusi di dunia komputer, terutama tentang Operating System, dan lebih spesifik lagi antara Apple vs Microsoft, bisa nonton film Pirates of Silicon Valley.
Film ini menceritakan perjuangan dan persaingan serta awal kelahiran Apple dan Microsoft. Dua orang yang sampai sekarang masih di anggap sebagai orang yang paling berperngaruh di dunia komputer, yaitu Steve Jobs dan Bill Gates.
Di sini juga diceritakan kisah masa muda Steve Jobs dan Bill Gates, mulai dari kuliah, drop out, hingga terjun ke bisnis komputer. (DO kuliah bisa sukses kek gitu ya :D)
Pada film ini kita akan belajar bagaimana masa-masa awal berkembangnya PC. Ada hal menarik di film ini yaitu para petinggi perusahaan besar pada saat itu menertawakan para insinyurnya yang menciptakan alat yang bernama mouse yang selalu kita pakai saat ini. Dan juga perusahaan-perusahaan besar yang menertawaan ide bahwa komputer dapat digunakan oleh orang awam. (pada saat itu emang komputer hanya di gunakan oleh perusahaan)
Apple dengan ide besar mereka untuk mengubah dunia, dan Microsoft yang menghalalkan segala cara demi mengejar profit sebesar-besarnya. Hingga akhirnya kita harus menyaksikan betapa Apple yang dibangun atas dasar idealisme Steve Jobs harus bertekuk lutut ditelikung Microsoft, yang sebelumnya kerap mereka remehkan.
Apple selalu selangkah lebih maju. Hal ini membuat Bill Gates penasaran dan datang menemui Jobs. Entah jampi-jampi apa yang dia gunakan sehingga Steve Jobs mau menunjukkan prototype yang sedang dikembangkan Apple. Dan hebatnya lagi, Steve Jobs bahkan memberi Bill Gates 1 buah prototype karena Gates berjanji untuk ikut mengembangkannya.Tentu Dan baru setelah sekian lama tidak ada kabarnya, Jobs pun mulai tersadar.
Dia pun memanggil Gates dengan penuh amarah. Di sini lagi-lagi terlihat bakat negoisator seorang Bill Gates. Dia sekali lagi berhasil meyakinkan Steve Jobs bahwa dia sedang membantu melakukan pengembangan.
Dan akhirnya tibalah saat peluncuran komputer Apple yang berasal dari prototype tersebut.Gates diberi kesempatan untuk turut berpidato.Ketika Gates sedang di podium, Steve Jobs mendapat kabar bahwa di Jepang sudah beredar komputer dengan program yang mirip dengan produk Apple itu. Program tersebut tak lain adalah Microsoft Windows!!!
Saat kita dalam kondisi kepepet, dengan melihat peluang yang besar dan harapan akan memicu adrenalin serta melebarkan ruang kreatifitas. Tapi yang terpenting adalah menjaga agar kreatifitas tersebut tidak hilang begitu saja, apa lagi muncul rasa malas yang bisa mengubur harapan kita.
Dari film tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa mereka sukses karena kerja keras dan kreatifitas yang ditimbulkan oleh kepepet dijaga dan dikembangkan, bukan menunggu sampai kepepet itu datang lagi.
Labels: cerita
Monday, March 21, 2011
Usaha Kreatif Kerajinan Fiberglass
Seiring perkembangan jaman, usaha di indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. hal ini karena adanya perkembangan teknologi dan tuntutan dari konsumen yang mendesak. Nah.. Untuk bisa eksis, suatu usaha perlu diberikan warna baru (kreatif), agar mampu memenuhi tuntutan pasar global.
Satu usaha yang saya amati tentang usaha kerajinan tangan dengan menggunakan fiberglass. ternyata dengan usaha seperti ini Mas Tulakir, pemilik kerajinan tangan fiberglass "Putra Bandhung Bondowoso" mampu bersaing dengan pedagang2 barang-barang fiberglass yang lain. Hal ini tidak lepas dari ide-ide kreatif, karena kalau g kreatif ya konsumen akan merasa bosan dengan produk yang itu-itu saja.
Pada saat ini, beberapa produk kerajinan tangan yang di buat oleh "Putra Bandhung Bondowoso antara lain:
- Asbak
- Patung
- Tempat pensil
- Miniatur
- Kaligrafi
- Gading
- Gantungan Kunci
- dan lain-lain.
Labels: cerita, Entrepreneur
Wednesday, March 16, 2011
Sukses Dengan Do'a, Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Sedikit cerita tentang orang yang sukses (sementara), beliau Bpk T. (tidak mau di sebut namanya). Beliau awalnya adalah penjual paku-paku bekas di pasar tradisional Klaten. Karena terdesak kebutuhan untuk memberi nafkah keluarganya, beliau rela banting tulang menjual paku bekas yang di ambil dari sisa bangunan, paku yang sudah bengkok beliau tempa biar kelihatan lurus.
Awalnya beliau hanya berjualan paku lesehan dengan menggunakan kotak kayu kecil di pinggir pasar. Alhamdulillah, karena kegigihan beliau Allah memberikan rizki lebih yaitu jualannya laris manis.. :D
Waktu terus berjalan. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sang istri pun juga ikut bekerja dengan menjadi buruh jahit konfeksi. Beliau yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi rizki, beliau berusaha di sertai do'a. Akhirnya beliau bisa menambah barang dagangan pakunya, dan lama kelamaan beliau juga menambah barang dangangan berupa alat bangunan.
Akhirnya berkat kerja keras yang di sertai dengan do'a, beliau bisa membeli 1 kios di pasar tradisional Klaten. Usahanya terus berkembang.. berkembang.. dan berkembaang sampai akhirnya beliau membeli 1 kios lagi di pasar tersebut. 2 Kios sudah terbeli (pada waktu itu).
Secara bertahap, beliau bisa membeli sebuah motor.. kemudian mobil.. kemudian rumah mewah. Sekarang beliau memiliki 5 cabang Toko bangunan yang di kelola oleh anak-anaknya yang sudah sarjana semua :D. Selain toko bangunan, beliau sekarang juga membuka sebuah minimarket.
Kisah lain adalah Mas A. (juga tidak mau di sebut namanya). Beliau sejak kecil bercita2 menjadi seorang pegawai. Masa kecilnya sangat nakal, bahkan beliau pernah di ikat dengan kursi oleh gurunya. (wah.. wah.. nakal tenan :D)
Walaupun dia anak yang "agak nakal" tapi beliau orang yang cerdas. belau selau dapat ranking di kelas. Sampai akhirnya beliau lulus dari SMA. Setelah lulus SMA beliau mendaftar pegawai, tapi gagal.
"Kegagalan adalah keberhasian yang tertunda" katanya. Beliau gagal di test kesehatan. Kebetulan pada waktu itu memang memiliki penyakit dalam. Akhirnya orang tuanya menyarankan untuk oprasi "mumpung penyakite durung parah" (mumpung penyakitnya belum parah) kata orang tuanya.
Setelah selesai oprasi, beliau tidak langsung mendaftar lagi, tapi beliau mempunyai inisiatif untuk memperbaiki diri. Beliau memiliki keyakinan yang kuat. "Melihat kemampuan yang saya punya, pastinya aku hanya menjadi pegawai rendahan". Beliau mempunyai inisiatif Kursus untuk menambah skil (kemampuan).
Sekarang, beliau sudah menjadi pegawai yang bisa di bilang gajinya lumayan lah klo di bandingkan saya :D
Dari dua cerita di atas, bisa di ambil kesimpulan bahwa Usaha perlu kerja keras di sertai Do'a agar rizki kita dimudahkan Allah SWT. Sebenarnya tidak cukup hanya bekerja keras, bila di tambah dengan kerja cerdas maka hasil yang di capai juga lebih memuaskan (seperti kisah Pipo).
Labels: cerita
Thursday, March 10, 2011
[Motivasi] Kisah Pipo vs Embro
Beda kepala, kadang beda MINDSET, katanya. Tapi MINDSET bisa ditularkan kok…. Itu semacam sugesti, kata para ahli dan motivator. :D . Ini cerita di ambil dari potongan cerita di buku The Cashflow Quadrant, yang kebetulan tadi siang di share juga oleh Bpk. Ardiansyah di mata kuliah Technopreneurship.
Btw, MINDSET itu apaan sih? Ya itu, MINDSET = Pola Pikir. Pola pikir yang dimaksud disini adalah pola pikir tentang cara bagaimana kita mendapatkan penghasilan. Artinya, cara kita mencari sumber mata pencarian untuk menghasilkan uang.
Saat itu tahun 1801. Pada sebuah lembah di Italia. Pada zaman dahulu kala, begitu kisah ini dimulai, ada dua orang saudara sepupu yg tinggal di tempat itu. Keduanya dikenal punya semangat dan ambisi yg kuat untuk menggapai kemajuan. Yang pertama bernama Pipo, yang kedua bernama Embro. Keduanya tinggal dalam rumah yg berdampingan di desa kecil dalam lembah itu.
Keduanya sering berkhayal, suatu saat nanti mereka akan menjadi orang yang paling kaya di desa itu. Mereka berdua sama-sama cemerlang dan sangat tekun dalam bekerja. Yang mereka perlukan hanyalah kesempatan utk mewujudkan impian itu.
Pada suatu hari, kesempatan itu muncul secara tiba-tiba. Kepala desa disitu memutuskan mempekerjakan mereka utk membawa air dari sungai yg terletak di pinggir desa, ke tempat penampungan air yg terletak di tengah desa tsb. Intinya, pekerjaan itu dipercayakan kepada Pipo dan Embro.
Singkat cerita, keduanya langsung membawa dua buah ember dan segera menuju ke sungai. Sepanjang siang keduanya mengangkut air dengan ember. Menjelang sore, tempat penampungan air sudah penuh sampai ke permukaan. Kepala desa menggaji keduanya berdasar jumlah ember air yg masing-masing mereka bawa. Begitu pekerjaan itu di lakukan setiap hari selama beberapa waktu.
“Wow, apa yg kita cita-citakan selama ini akan terkabul!” teriak Embro gembira. “Rasanya sulit dipercaya, kita mendapatkan penghasilan sebanyak ini”.
Namun, Pipo tidak berhenti sampai disitu saja. Dia tidak yakin begitu saja. Setiap pulang ke rumah, Pipo merasakan punggungnya nyeri semua. Kedua telapak tangannya juga lecet-lecet. Begitu pagi tiba, perasaannya jadi kecut karena harus pergi bekerja. Tidak ingin punggung dan tangannya bermasalah lagi, Pipo justru berpikir keras mencari akal bagaimana caranya mengangkut air dari sungai ke desa tanpa harus terluka. Tanpa harus menanggung rasa nyeri di punggung. Tanpa melakukan hal itu semur hidupnya!
“Embro, aku punya rencana,” kata Pablo keesokan harinya. “Daripada kita mondar-mandir setiap hari membawa ember ke sungai dan hanya mendapatkan beberapa sen per hari, mengapa tidak sekalian saja kita membangun pipa saluran air dari sungai ke desa kita.”
Embro langsung menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba. “Saluran pipa air! Ide dari mana itu!” kata Bruno tegas. “Kita kan sudah mempunyai pekerjaan yg sangat bagus dan menghasilkan uang dengan mudah, Pipo. Aku bisa membawa seratus ember sehari. Dengan upah satu sen per ember, berarti penghasilan kita bisa satu dolar per hari! Aku akan menjadi orang kaya. Dan ini berarti pada setiap akhir minggu aku bisa membeli sepasang sepatu baru. Pada setiap akhir bulan, aku bisa membeli seekor sapi. Setelah enam bulan kemudian, aku bisa membangun sebuah rumah kecil. Kau melihat, tidak ada pekerjaan semenguntungkan mengangkut air di desa ini. Lagipula, pada setiap akhir minggu kita mendapat libur. Setiap akhir tahun kita juga mendapat cuti dua minggu dengan gaji penuh. Kita akan hidup dengan sangat layak, dilihat dari sudut manapun. Jadi, buang jauh-jauh idemu utk membangun saluran pipa airmu itu.”
Tapi Pipo tidak putus asa. Dia tetap bersikukuh pada idenya itu. Dengan sabar dia menerangkan bagaimana proses membangun pipa salurannya itu kepada sahabatnya. Embro tak beranjak sedikitpun dengan tawaran Pipo.
Akhirnya, Pipo memutuskan utk bekerja paruh waktu saja. Dia tetap bekerja mengangkuti ember-ember itu. Sementara sisa waktunya, ditambah libur akhir minggunya, dia pakai utk membangun saluran pipanya itu.
----
Sejak awal melakukan pekerjaannya ini, Pipo telah menyadari akan sangat sulit membangun saluran pipa itu dari sungai ke desanya. Menggali di tanah keras yg mengandung banyak batu jelas tak kalah menyakitkannya dengan luka lecet dan punggung nyeri karena mengangkut air.
Pipo juga menyadari, karena upah yang dia terima sekarang berdasarkan jumlah ember yang diangkutnya, maka penghasilannyapun secara otomatis menurun. Dia juga sudah sangat paham bahwa dibutuhkan waktu satu atau dua tahun sebelum saluran pipanya itu bisa berfungsi seperti yg dia harapkan.
Namun, Pipo tak pernah kendur dengan keyakinannya. Dia tahu persis akan impian dan cita-citanya. Sebab itu dia terus bekerja tanpa kenal lelah.
Kini, pemandangan kontras mulai tampak diantara kedua sahabat itu. Sementara Embro asyik berbaring santai di hammock (tempat tidur gantung berupa jaring) pada sore hari, pada akhir minggu, Pipo tampak terus berlelehan keringat menggali saluran pipanya. Pada bulan-bulan awal, Pipo memang tak menunjukkan hasil apapun dari usahanya. Tampak betul bahwa pekerjaannya sangat berat. Bahkan jauh lebih berat dari pekerjaan yg dilakukan Embro. Selain harus tetap bekerja pada akhir minggu, Pipo juga bekerja di malam hari.
Tapi Pipo selalu mengingatkan pada diri sendiri bahwa cita-cita masa depan itu sesungguhnya dibangun berdasarkan pada perjuangan yg dilakukan hari ini. Dari hari ke hari dia terus menggali. Mili demi mili, senti demi senti!
Pepatah yg selalu diingat Pipo adalah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dia selalu bersenandung setiap mengayunkan cangkulnya ke tanah yg mengandung batu karang. Dari satu centimeter, menjadi dua centi meter, sepuluh centi meter, satu meter, duapuluh meter, seratus meter, dan seterusnya….
Dan, Pipo mulai melihat hasil kerja kerasnya… meski belum maksimal…
“Fokuslah pada imbalan yg akan kau peroleh dari pekerjaanmu”. Kata-kata itu terus diingat Pipo, dan dia ulang-ulang setiap akan pergi tidur. Fokus, fokus,fokus…. Imbalannya pasti jauh lebih besar….
----
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Dan pada suatu hari, Pipo menyadari saluran pipanya sudah tampak setengah jadi.
Setiap saat beristirahat, Pipo menyaksikan sahabatnya Embro yg terus saja mengangkat ember-ember. Bahu Embro juga tampak semakin lama semakin membungkuk. Dia tampak menyeringai kesakitan, meski sering berusaha dia sembunyikan. Langkahnya juga semakin lamban, akibat kerja keras setiap hari.
Akhirnya, terjadi juga kegemparan di desa itu. Saat bahagia Pipo pun tiba. Saluran yg dia bangun sudah selesai. Hampir semua orang desa berkumpul saat air mulai mengalir dari saluran pipanya menuju ke penampungan air di desa. Sekarang, desa itu sudah bisa mendapat pasokan air bersih secara tetap. Bahkan penduduk desa yg sebelumnya tinggal agak jauh dari tempat itu kemudian pindah mencari tempat yg lebih dekat dengan sumber air itu.
Setelah saluran pipa itu selesai, Pipo tidak perlu lagi membawa-bawa ember. Airnya akan terus mengalir, baik dia sedang bekerja maupun tidak. Air itu terus mengalir, baik dia sedang bekerja maupun tidak. Air itu terus mengalir, baik saat dia makan, tidur ataupun bermain-main. Air itu tetap mengalir di akhir minggu ketika dia menikmati banyak permainan. Semakin banyak air yg mengalir ke desa, semakin banyak pula uang yg mengalir ke kantung Pipo.
Pipo yg tadinya terkenal dengan julukan Pipo si Manusia Pipa, kini menjadi lebih terkenal dengan sebutan Pipo si Manusia Ajaib. Tetapi, Pipo paham sekali apa yg sesungguhnya dia capai bukanlah sebuah keajaiban. Ini semua sebenarnya barulah langkah awal dari suatu pencapaian cita-cita yg besar. Memang benar, nyatanya Pipo mempunyai rencana yg jauh lebih besar daripada apa yg sudah dihasilkan di desanya.
----
Tahun demi tahun pun berlalu. Pipo sudah lama pensiun. Usaha saluran pipa-nya yg mendunia terus-menerus mengalirkan ratusan juta dollar per tahun ke rekening-rekening bank dia. Ketika ia jalan-jalan di desa, kadang-kadang ia melihat beberapa orang pemuda. Mereka tampak sibuk mengangkuti air dengan ember, dan hal itu mengingatkannya pada masa dimana ia pernah juga menjadi pengangkut ember yang sama seperti mereka….
END
Labels: cerita, Entrepreneur
Tuesday, March 1, 2011
Kisah Jack Canfield
Ada kisah yg menarik JACK CANFIELD
Copy paste aja :D
Bagi saya, Rahasia ini sungguh mengubah hidup saya karena saya dibesarkan bersama
seroang ayah yang sangat negatif, yang berpikir bahwa orang kaya adalah orang yang
memiskinkan setiap orang lain, dan bahwa setiap orang yang mempunyai uang pastilah
telah menipu seseorang alinnya. Jadi, saya dibesarkan degnan banyak kepercayaan
tentang uang. Jika Anda memiliki uang, uang akan membuat Anda menjadi orang yang
buruk; hanya orang jahat yang mempunyai uang; dan uang tidak tumbuh di pohon.
“Kamu pikir saya ini siapa? Rockefeller?” Itu adalah salah satu kalimat favoritnya.
Jadi, saya tumbuh menjadi orang yang sungguh-sungguh percaya bahwa hidup ini sulit.
Baru ketika saya bertemu W. Clement Stone-lah saya mulai mengubah hidup saya.
Ketika saya masih bekerja dengan Stone, ia berkata, “Saya ingin kamu
menetapkan sebuah tujuan yang sangat besar yang jika tercapai akan membuat kamu
takjub, dan kamu akan tahu bahwa itu hanya disebabkan oleh apa yang telah saya
ajarkan padamu bahwa kamu akan bisa mencapai tujuan ini.” Pada saat itu saya
berpenghasilan sekitar delapan ribu dolar setahun, jadi saya berkata, “Saya ingin
berpenghasilan seratus ribu dolar setahun.” Saya tidak tahu bagaimana saya dapat
melakukannya. Saya tidak melihat adanya strategi atau kemungkinan, saya hanya
berkata, “Saya akan mengumumkannya, saya akan memercayainya, saya akan bersikap
seakan-akan ini memang benar, lalu melepaskannya.” Jadi, saya melakukannya.
Satu hal yang ia ajarkan pada saya adalah setiap hari memejamkan mata dan
memvisualkan seakan-akan tujuan itu sudah tercapai. Saya sungguh-sungguh membuat
cek seratus ribu dolar dan memasangnya di langit-langit. Jadi, begitu bangun pagi, saya
memandang ke atas dan melihatnya, dan itu akan mengingatkan saya pada niat saya.
Kemudian saya memejamkan mata dan memvisualkan memiliki gaya hidup orang yang
berpenghasilan seratus ribu dolar setahun. Yang menarik, tidak ada peristiwa besar
yang terjadi selama sekitar tiga puluh hari. Saya tidak mendapatkan ide-ide cemerlang,
tidak ada juga orang yang menawarkan lebih banyak uang kepada saya.
Sekitar empat minggu sesudahnya, saya mendapat ide bernilai seratu ribu dolar.
Ide itu muncul tiba-tiba dalam benak saya. Saya telah menulis sebuah buku, dan saya
berkata, “Jika saya dapat menjual empat ratus ribu buku dengan harga 25 sen per buku,
itu akan menjadi seratus ribu dolar.” Buku-buku itu sudah ada di sana, tetapi saya tidak
pernah berpikir seperti ini. (Salah satu hal dari Rahasia adalah ketika Anda memiliki
ilham, Anda harus memercayainya dan menindaklanjutinya.) Saya tidak tahu bagaimana
saya akan menjual empat ratus ribu buku. Kemudian saya melihat koran National
Enquirer di pasar swalayan. Saya telah melihatnya jutaan kali, dan koran itu hanya ada
di latar belakang benak saya. Tiba-tiba koran itu melompat ke latar depan. Saya
berpikir, “Jika pembaca mengetahui tentang buku saya, pasti empat ratus ribu orang
akan membelinya.”
Sekitar enam minggu kemudian, saya berbicara di Hunter College di New York
kepada enam ratus guru, lalu seorang perempuan mendekati saya dan berkata, “Itu tadi
pidato yang bagus. Saya ingin mewawancarai Anda. Ini kartu nama saya.” Ternyata ia
adalah penulis lepas yang menjual ceritanya ke National Enquirer. Tema dari “The
Twilight Zone” muncul di kepala saya, wah…ini sungguh-sungguh ampuh. Artikel itu
muncul dan penjualan buku kami mulai mencuat.
Labels: cerita, Entrepreneur
Monday, January 31, 2011
Sukses itu apa to?
Sukses. Sukses itu apa to? Kalau orang itu sudah masuk surga, baru sukses.. Bukan orang yang sukses itu orang yang lulus ujian SMA, itu belum. Itu sukses tapi hanya sementara. Nanti setelah lulus ujian SMA, pasti akan datang masalah lagi, bagaimana bisa masuk perguruan tinggi.. Ya ngga? Wo.. ternyata lulus SMA itu bukan suatu kesuksesan yang sebenarnya. Karena nyatanya ada masalah lagi, bagaimana mau masuk perguruan tinggi.
Akhirnya bisa masuk perguruan tinggi, Masyaallah dengan ranking-ranking yang tinggi, dengan index prestasi yang baik sampai jadi doctor sampai S3, maka dia merasa sukses. Ternyata terkejut, lhoo.. ada masalah baru lagi. Apa masalahnya? Cari pekerjaan. Nah, membawa ijasahnya S3 itu di pikul dari kantor ke kantor cari pekerjaan. Jadi setelah dapat S3 ini bukan terus enak, yo to? Tapi malah menimbulkan masalah harus cari pekerjaan.
Setelah dapat pekerjaan, Alhamdulillah sukses. Ternyata datang hal baru, bukannya enak. Tapi mulai besok harus berangkat kerja. Kesel meneh… Masyaallah akhirnya kerja di kantor petentengan (bahasa indonesianya petentengan apa yo?? :D) pagi sudah nggosok sepatu, berangkat ke kantor, setelah bekerja akhirnya dapat gaji. Masyaallah sudah sukses.
Ternyata datang masalah baru, yoiku belum kawin.. :D. Cari istri kesana kemari, puuusssiiinngg.. gak dapet². Sudah jadi pegawe negri, perasaannya mengatakan sudah sukses, tapi ternyata belum sukses lagi, susah cari istri.
Akhirnya ketemu istri, mungkin istrinya cocok munkin juga istrinya gak cocok. Nah, setelah dapat istri Alhamdulillah, hidup baru, bahagia, sudah sukses.. Ternyata beberapa tahun kawin gak manak², bingung lagi. Wah, belum punya istri ini belum sukses juga ternyata. Akhirnya bingung, cari dokter sana-sini, dokter kandungan, spesialis, macem², bayi tabung. Akhirnya punya anak..
Setelah punya anak, wah.. ternyata sudah sukses sekarang. Ternyata belum selesai, teruuuss begitu. Mbuh anaknya sakit²an, anaknya nakal, anaknya ngantukan.. terusss.. masalah masalah. Akhirnya anaknya tertib dan sudah jadi pegawe negri :D
Masalah baru, cari mantu.. terus… masalah masalah.. Sudah dapat mantu ngerti² jantungnya sudah lower… ginjalnya sudah peyok.. mengkiss.. mengikss. Masalah lagi..
Inilah kehidupan dunia, kita renungi coba.. siapa yang merasa sukses?? Dengan kehidupan dunia ini sebetulnya dia ini tertipu. Allah SWT berfirman yang artinya “Tidaklah kehidupan dunia ini, kecuali kehidupan yang menipu”. Kehidupan dunia ini malah koyo kancing baju, kalo di masukkan malah keluar :D. kelihatannya selesai masalah, malah masuk masalah lain lagi. Kelihatannya keluar malah masuk, kelihatannya masuk malah keluar (opo iki ??? :D). Inilah kehidupan dunia.
Intinya.. Dunia ini bukanlah tempat kesuksesan yang sebenarnya.
Saturday, June 20, 2009
Andaikata Aku Bisa Memberi Lebih Banyak Lagi
Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”. Istrinya almarhum menjawab, “Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal”. “Apa yang dikatakannya?”. “Saya tidak tahu, ya Rasulullah SAW, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah rintihan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.” “Bagaimana bunyinya?” desak Rasulullah SAW. Istri yang setia itu menjawab, “Suami saya mengatakan “Andaikata lebih jauh lagi…andaikata yang masih baru…..andaikata semuanya….” hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?” Rasulullah SAW tersenyum “sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru”.
Kisahnya begini. Pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata “Andaikan lebih jauh lagi”. Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih jauh lagi, pasti pahalanya lebih besar pula.
Ucapan lainnya ya Rasulullah SAW?” tanya sang istri mulai tertarik. Nabi menjawab, “Adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, “Andaikata yang masih baru kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi”. Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.
Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rasulullah SAW?” tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan, “Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan menghembuskan nafasnya, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ‘kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak hanya kuberi setengah. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.
Begitulah keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga menimpa kita sendiri. “Kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.” (QS.Al Isra’: 7)
Labels: cerita




